Sejarah

Pada tahun 2009 secara resmi Program Studi Akuntansi telah dibagi menjadi dua program, yakni Akuntansi Binsis dan Akuntansi Pajak. Program dalam hal ini bukan peminatan atau konsentrasi. Terdapat 60 sks yang membedakan antara Akuntansi Bisnis dan Akuntansi Pajak. Tentu saja kemasan ini digunakan dalam komunikasi kepada calon mahasiswa dan orangtua wali. Namun terkait dengan aspek akreditasi, maka Akuntansi Bisnis dan Akuntansi Pajak dipandang sebagai satu bagian, yakni Program Studi Akuntani. Berdasarkan Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi, untuk Program Studi Akuntansi mendapat Akreditasi “A”. Sedangkan untuk Jurnal Akuntansi dan Keuangan yang dikelola Program Studi mendapat akreditasi ”B” dari DIKTI. 

Pembagian menjadi dua program tentu saja melihat pada kebutuhan pasar, dimana industri dan profesi semakin hari semakin membutuhkan lulusan yang memiliki keahlian lebih spesifik dan khusus. Jika sesorang lulusan dari Jurusan Akuntansi, maka keahlian akuntansi ditambah apa yang dimiliki lulusan tersebut, bukan hanya sekedar akuntansi dasar. Dalam hal ini  program ini menghasilkan kompetensi lulusan sebagai berikut, (1) Mampu memberikan informasi statejik untuk mempertajam keputusan bisnis dan (2) Melakukan pengukuran kesehatan, kinerja dan prospek perusahaan.